Showing posts with label intimacy. Show all posts
Showing posts with label intimacy. Show all posts

Tuhan Yang Baik


Setiap kita pasti mengetahui bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang baik, bahkan saking baiknya Tuhan yang kita sembah, Ia rela berkorban bagi kita dengan tergantung di kayu salib, tapi pertanyaannya, apakah kita sudah mengecap kebaikan dari Tuhan yang Maha baik itu, pernahkah kita merasakan kebaikanNya. Banyak orang pasti akan menjawab, “Ya” tapi apabila pertanyaannya dirubah menjadi seperti ini, apakah jawabannya tetap sama, “Apakah kamu merasakan kebaikan Tuhan hari ini ?” Mungkin setiap kita akan menjawab “Ya” karena ini adalah jawaban yang harus kita berikan sebagai umat Tuhan.

Tapi apakah itu jawaban yang dengan jujur keluar dari hati kita. Sebegai umat Tuhan mungkin kita punya tendensi untuk berkata bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang baik, tapi apakah hati kita setuju dengan perkataan kita, ingat Tuhan itu adalah Tuhan yang melihat hati, bahkan hal yang tersembunyi di kedalaman hati kita pun Ia tahu. Sekarang, coba jujur dengan hati ini, jujur ketika pertanyaan di atas kita dengarkan, apakah kita bisa menjawab dengan segenap hati, “Ya, Engkau Tuhan yang sangat baik bagiku.” Atau mungkin kita tetap berkata bahwa Dia tetap Tuhan yang baik, tapi setiap perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang hambar bahkan hati kita tidak bergetar sedikit pun ketika mengatakan itu.

Apabila kita dalam kondisi itu, mungkin saat itu hati kita sedang jauh dari Tuhan, sehingga kita tidak bisa melihat setiap kebaikan Tuhan yang kita terima. Padahal kita bisa bangun dengan keadaan yang sehat, menikmati makan pagi yang nikmat, mengendarai kendaraan ke kantor atau ke sekolah, dan masih banyak lagi, hal – hal tersebut bukankah sebuah berkat dari yang Maha baik, tapi masalahnya apakah kita bisa melihat semua itu, apakah kita bisa mengucap syukur atas hal – hal kecil yang Ia kerjakan dalam hidup kita, atau malah kita hambar dengan setiap yang Tuhan sediakan dalam hidup kita.

Hari ini, pilihlah untuk membuka mata kita, dan kecaplah kebaikan Tuhan yang tidak pernah putus dalam hidup ini. Karena Ia Tuhan yang baik, bahkan kasih setiaNya tidak pernah habis dalam hidup kita.


Hati Yang Menyembah


Hari – hari ini saya rasa Tuhan sedang merindukan sebuah sikap hati yang tulus dihadapanNya, saya merasa Tuhan begitu merindukan umatNya untuk memiliki sebuah sikap hati yang menyembah dihadapanNya. Sebuah sikap hati dimana kita datang kehadapanNya tanpa embel – embel apapun, murni hanya datang dengan mengangkat tangan kita dan mengatakan “Tuhan Engkau baik, apapun yang Kau lakukan, Engkau tetap Tuhan yang baik.”

Saya merasakan kerinduan hati Tuhan, agar umatNya datang padaNya dengan merendah dan hanya mencari Dia, mengingini Dia, bukan semua berkat yang ada di belakangNya, tapi hanya Dia seutuhNya. Tapi ada berapa banyak dari kita yang dapat mengerti hal ini, ada berapa banyak dari kita yang mengerti bahwa Tuhan merindukan umatNya datang dengan hati yang tulus di hadapanNya. Di hari – hari terakhir ini, penyembahan yang murni, dari hati terdalam kita yang hanya ingin untuk dekat denganNya, itu yang Ia rindukan. Sebuah hasrat yang mendalam akan Dia, sehingga mulut kita akan berkata “Christ is enough for me” sebuah kalimat yang keluar dari dalam hati kita yang terdalam, dan itu yang akan menyentuh hati Tuhan sendiri. Amin.


Christ Is Life


For as in Adam all die, so also in Christ shall all be made alive.
I Corinthian 15 : 22 (ASV)

Kita adalah anak – anak Adam, manusia pertama yang ada di bumi ini. Firman Tuhan katakan, di dalam persekutuan dengan Adam kita mati. Di dalam alkitab versi ASV, terjemahannya berbunyi bahwa di dalam Adam kita semua mati, tetapi di dalam Kristus kita akan hidup. Firman Tuhan sudah jelas mengatakan bahwa di dalam kemanusiaan kita, kita akan mengalami kematian. Adam melambangkan kemanusiaan dengan semua keduniaannya, dan Firman Tuhan katakan bahwa di dalam Adam kita mati, yang artinya apabila kita hidup di dalam dunia dengan semua perinsipnya, hati kita condong ke dunia, hidup kita condong ke dunia, dan semua di dalam kita adalah tentang hal yang dunia, yang kita kejar, yang kita ingini semuanya dunia, maka Firman Tuhan katakan kita mati.

Tapi ada satu yang menghidupkan, sesosok pribadi yang dapat menghidupkan kita, yaitu Kristus. Hanya pertanyaannya, sekarang kita condong ke mana dan ke siapa ? Kemanusiaan kita dengan segala hawa nafsu dunianya, atau pada Kristus dengan segala yang ilahi. Adam adalah diri kita dengan segala kemanusiaan kita, sedangkan Kristus adalah Tuhan dengan segala keilahiannya. Yang di dalam kita ini apa, Adam kah dengan segala keduniawiannya atau Kristus dengan segala ke-ilahiannya. Apabila kita hanya terfokus pada diri kita sendiri dengan segala kelemahan kita, berarti kita masih hidup di dalam Adam dan di dalamnya ada kematian, tapi apabila kita fokus ada Tuhan dengan segala ke-ilahianNya, melakukan apa yang Ia ingini, maka kehidupan ada di dalam kita.

Jangan pernah katakan, aku tidak bisa melayani Tuhan karena aku masih penuh dengan dosa dan kotor. Jangan pernah katakan aku tidak layak untuk datang pada Tuhan karena aku terlalu kotor. Bertobat memang perlu, tapi jangan pernah ditipu oleh iblis untuk tidak datang pada Tuhan, hanya karena kita kotor dan berdosa. Mari kita datang pada Tuhan, karena di dalamnya ada kehidupan, bukankah ketika Lazarus mati dan membusuk, ketika Tuhan memanggilnya, ia bangkit lagi dan mangalami kehidupan. Di dalam Kristus ada kehidupan, hanya dengan memanggil Lazarus saja, Lazarus yang mati bangkit, dan ketika Ia menyebut dan memanggil nama kita, maka setiap yang mati di dalam hidup kita, setiap yang membusuk dari hidup kita akan Tuhan bangkitkan, karena di dalam Dia ada kehidupan.

Gratitude


“In everything give thanks: for this is the will of God in Christ Jesus to you-ward.
(I Thessalonika 5 : 18)”

Have you ever experience something that really bad in your life, something that made you lose your calm ? have you ? Of course we often experienced something like that, something that make us lose our calm, me too, I experience something like that several times, when bad things happened, and when people badmouth me without I know why, even when I experience a humiliated failure, sometimes the verse was really hard to apply in that situation. But the thing is, it said, giving thanks is the will of God, so I realize when I give thanks, I do God’s will, and I belive when I do His will, I am making Him happy, right.
So, this gratitude thing, is God’s will, He wants us to give thanks in everything, don’t care what is the situation we are in, He simply wants us to give thanks, even it’s hard, even it needs tears just to say, thanks God, just to say thank you God. Why, because He wants us to trust Him, He wants us to trust His plan for us, if something bad happen to us right now, it means, we are prepared for something bigger and magnificient, just keep your trust in Him, give thanks to Him, trus His heart, because He knows what He is doing in our life. Amen.

Love


If I speak with the tongues of men and of angels, but have not love,
I am become sounding brass, or a clanging cymbal.
And if I have the gift of prophecy, and know all mysteries and all knowledge;
and if I have all faith, so as to remove mountains, but have not love, I am nothing.
(I Corinthians 13 : 1-2)

Paul had said that, love is something that really important. I asked God, why Paul said like that, why Paul said, if he can speak with tongues of men and of angels but have no love, he is like sounding brass, and if he has the gitt of prophecy and know all the mysteries in this world, faith to remove mountain, but have no love he is nothing.

Why he thought like that, why without love everything is nothing. And God answer like this to me, He said, it is because of love He died for us, it is because of Father’s love for this world that He gave His only Son, for us who believe in Him shall live and not perish. Maybe as a christian, we often hear about love, love and love until we are bored with it, but do you know that, love is God’s most powerful weapon, where with love, Jesus conquered the death, so we can receive the gift of salvation. And because of that Paul had said, love is bigger than faith and hope, because love is God’s motive to come down to earth to save us from sin and gave us the gift of salvation. Amien.

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net